memoar masa kecil

aku rindu…
lamanya waktu bermain
aku rindu…
lamanya detik2 menjelang subuh saat terjaga tidurku
aku rindu…
hujan-hujanan sambil berdendang riang di pelataran belakang rumah
aku rindu…
menjadi arsitek : membuat mobil, rumah, patung, dari tanah liat
aku rindu…
bermain petak umpet, hingga saking asyiknya, sampai aku tidak tahu kalau permainan sudah selelsai
aku rindu…
bermain kelereng di teras rumah nenek
aku rindu…
aku rindu…
dan
aku masih rindu…
lincah, riang, ceria.
apakah seperti ini juga mereka melihatku dulu? seperti aku melihat anak-anak ini?
1 comment Oktober 29, 2009
KOTA YOGYAKARTA DAPAT KUOTA CPNS 407 KURSI
Wednesday, 26 August 2009 20:36
Yogyakarta, 26/8 (Antara/FINROLL News) – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta pada 2009 mendapat kuota calon pegawai negeri sipil (CPNS) sebanyak 407 kursi.
“Kuota itulah yang kami dapatkan berdasarkan hasil keputusan dari pemerintah pusat, padahal jumlah kebutuhan tenaga yang kami usulkan ke pusat 3.000 lebih,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Yogyakarta Tri Widayanto di Yogyakarta, Rabu.
Menurut dia, kuota sebanyak 407 kursi tersebut akan dibagi dalam beberapa kategori, antara lain 148 tenaga guru, 114 tenaga bidang kesehatan, 111 tenaga umum dan 34 posisi untuk mantan tenaga honorer di jajaran Pemkot Yogyakarta.
Kuota CPNS 2009 tersebut lebih besar dibanding formasi CPNS pada 2008 yang sebanyak 193 orang, terdiri atas 115 orang untuk tenaga kesehatan dan sisanya adalah tenaga teknis. lanjutkan baca “KOTA YOGYAKARTA DAPAT KUOTA CPNS 407 KURSI”
Add comment Oktober 11, 2009
Live in yudhistira angker batu
HOTEL YUDHISTIRA, pukul sembilan malam. Setelah check in, kami diantar petugas menaiki tangga sempit menuju kamar yang kami sewa. Aneh, hotel yang kami tempatin ini lebih mirip dengan tempat syuting film kuntilanak dari pada kamar VIP di Ina Garuda. Saat scene di mana Jullie Estelle ngelewatin pohon tua gede yang angker di tengah kuburan menuju sebuah rumah tua kost2an nya. Persis banget! Well… except ‘di tengah kuburan’.
Malam ini adalah hari H+3 lebaran, tentu saja harga penginapan pada melonjak dengan seenak pantatnya. Kamar seharga Rp.200.000,- yang kami sewa ini berisi 2 bed lusuh, 1 almari yg ga kalah lusuh, AC kotak jadul yang berisik dan netes, 1 tv butut yang (sialnya) ga nyala, dan kamar mandi tanpa shower, tanpa bak dan tanpa cermin, cuma bathtab dengan acesoris gayung(1). Sepintas lalu, melihat kamar mandi ini, saya jadi teringat film SAW. Di mana ada adegan menggergaji kaki segala. Yikes!
Saya mencari musholla untuk shalat. Setelah makan malam di daerah Kartosuro, ba’dha Maghrib, kami belum menunaikan shalat Isya(2). Ada sebuah mushola di lantai dua, tapi saya gak menemukan tangga untuk naik ke lantai dua di mana mushola itu berada. Saya balik lagi ke kamar tanya sama Mas Jito(3) yang sudah shalat duluan tadi. Ternyata ada tangga yang diumpetin di sebelah kiri lorong , untuk naik ke musholla.
Ketemu.Gak ubahnya seperti kamar kami, di sini juga banyak ‘sawang’(4). Sepi, Serem, Mistis(5) dan lantainya BERGETAR!!! Setiap kaki melangkahkan kaki.Oh My God!! Lanjutkan membaca “Live in yudhistira angker batu”
Add comment September 30, 2009
Coin a Chance -receh, gak remeh-
9 tahun yang lalu, saya masih ingat betul. Dulu waktu kelas 2 SMP, saya berangkat-pergi sekolah bareng sama ayah, karna ayah adalah guru di SMP saya. Suatu siang, ayah ada rapat guru sampai siang sore. Saya menunggu di samping parkiran kendaraan. Lama sekali rapat tidak kunjung selesai. Saya yang bosan kemudian bermain koin, saya gelindingkan kesana kemari sampai ayah datang. Koin terakhir yang saya gelindingkan ternyata hilang, jatuh di sela rerumputan. saya lalu disuruh nyari koin itu, tapi tetap saja gak ketemu. Ayah marah sekali sama saya, karna saya seperti tidak menghargai uang (koin). Walaupun pada saat itu saya cuma ingin memecah kebosanan menunggu saya saja, ternyata memang benar saya salah memilih instrumen bermain (koin,uang). lanjutkan membaca Coin a Chance -receh, gak remeh-
9 comments September 1, 2009
Renungan Indah – W.S.Rendra
Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milikku
Bahwa sesungguhnya ini
hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya
Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya : mengapa Dia menitipkan padaku ???
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ???
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ???
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku
Aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil, lebih banyak popularitas,dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan, seolah semua ”derita” adalah hukum bagiku
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika : aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih. Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”, dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.
takenfrom : shvoong
4 comments Agustus 24, 2009
Alhamdulillah, Ramadhan tiba
Banyak berkah dari bulan suci Ramadhan, dari segi kesehatan sampai ketenangan hati. Dari jam kerja yang diberi diskon, sehingga menjadikan waktu kumpul keluarga terasa lebih lama dan nikmat sampai tantangan menjaga kesehatan “hati”.
Di kala Ramadhan tentunya ada saja godaan yang selalu datang menghadang. Mulai dari segarnya es cendol, enaknya nasi padang sampai pemandangan waaah kaum yg bukan mukhrim.
Lanjut Baca Alhamdulillah, Ramadhan Tiba
3 comments Agustus 23, 2009
Pendewasaan
Transisi memang momentum wajib bagi manusia, masa transisi pertama adalah masa puber, dari anak-anak ke dewasa, tapi ada lagi transisi berikutnya yang wajib kita lewati, yaitu pendewasaan, masa dari remaja ke dewasa.
Anak-anak cenderung ke sifat kekanak-kanakan, remaja cenderung ke sifat meledak-ledak, dan dewasa kita akan menjadi pribadi yang matang.
Ho’o, teruss…
6 comments Juli 28, 2009
Apa sih arti sukses bagimu?
Jumat lalu, kami mendapat pertanyaan itu dari instructor kami, Mr.Egar.
si A menjawab : Sukses itu punya banyak uang, Mister.
si B menjawab : Sukses itu punya rumah dan mobil mewah, Mister.
si C menjawab : Sukses itu mau apa2 tinggal tunjuk, Mister.
Apa Anda setuju? Mungkin cenderung, iya, saya setuju (itu mah wajar, manusiawi
)
Is Success all about material? Ah, gak juga. (lagi…)
2 comments Juli 26, 2009
Sindrome Kaget

‘mas mo legalisir’, dikasihlah saya sebendel fotocopyan KK beserta lampiran KK asli.
Cetok!-cetok!-cetok!. “Bu, tanda tangan Bu”. bilang saya pada Kepala Seksi Pelayanan saya.
Musim2 pendaftaran sekolah sekarang ini ternyata membuat pelayanan masyarakat sibuk bukan main. Masyarakat yang datang untuk dilayani pun membludag dengan sadisnya. Bayangkan saja, 3hari terakhir ini saja, 110 nomor antrian, ludes. Bahkan lebih dari 110 (karena setelah nomor antrian habis pun, masyarakat masih saja terus berdatangan, karna jam pelayanan masih buka tentunya). Kita sampai bingung mau memakai nomor urut apa, karna nomornya habis tadi.
5 comments Juli 4, 2009
recehan untuk pengemis
Siang itu panas sekali, matahari tumben memanasi hari yang sudah panas. Lampu merah Demangan mencegat, dan mengingatkan untuk berhenti sejenak untuk berjalan bergilir.
Beberapa anak kecil kemudian berlari kecil dari tepi jalan ke tengah kerumunan kendaraan yang berhenti. Mereka dengan sigap mengacungkan wadah bekas minuman yang kosong kepada para pengguna jalan, tanpa alas kaki ataupun topi di tengah panasnya siang itu.
Beberapa ada yang memberi, tapi kebanyakan mengacuhkan atau menolak dengan sopan seraya berucap maaf.
seribuan ga adakah?
6 comments Juni 29, 2009







